Ekspedisi Gunung Rinjani



Jalur Pendakian "GUNUNG RINJANI" 

Rencana Yang Spontanitas :
Waktu itu hari Jumat, tgl.11 Juni 1997. seperti biasanya mulai pukul 08.00 pagi sampai menjelang rehat sholat jumat, divisi marketing dikantorku mengadakan rapat evaluasi hasil kerja selama seminggu ini sambil membuat perencanaan kerja untuk minggu depan, kebetulan aku bertugas di divisi marketing, seperti biasanya karena ini hari jumat rapat selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Saat sedang persiapan menjelang sholat jumat, tiba-tiba ada telepon dari seorang rekan dari kantor Cabang Denpasar... Mas Guntur, waktu itu beliau sebagai pimpinan Cabang Denpasar..., setelah sedikit basi-basi beliau menyampaikan maksudnya kalau dia bersama beberapa orang lainnya dari Cabang Denpasar akan melakukan pendakian ke G.Rinjani - Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rencana ekspedisi pendakian ke Gunung Rinjani akan dilakukan & berangkat besok hari minggu.., wah... sebagai orang yang gemar mendaki gunung tentu saja dalam hati aku juga ingin ikut bersama mereka untuk mendaki G.Rinjani, meskipun beberapa tahun sebelumnya aku sudah pernah mendaki G.Rinjani... Setelah bicara kesana-kemari..., di ujung pembicaraan Mas Guntur meminta aku untuk ikut bergabung dalam  ekspedisi pendakian G.Rinjani tersebut.., karena beberapa waktu yang lalu beliau sudah sempat ke G.Rinjani... tetapi pendakiannya tidak sukses... alasannya tidak ada yang bisa memotivator dan berpengalaman dalam ekspedisi pendakian gunung... - emangnya apa saya ini punya banyak pengalaman & bisa memotivator mereka...? saya ini... sebenarnya kan hanya hobby saja mendaki gunung -  Intinya... dalam pendakian kali ini sobatku tidak mau gagal lagi... oleh karena itu mereka meminta aku untuk ikut bergabung  bersama mereka dalam pendakian ke Gunung Rinjani yang akan dilakukan mulai besok pada hari minggu.., berarti tinggal 2 hari lagi... Aku terdiam sejenak... peribahasa mengatakan "Pucuk di Cinta Ulam Tiba"... bingung juga saya mau jawab apa... antara hasrat sebagai penikmat alam & pendaki gunung dan ajakan mendadak yang sangat menggelitik jiwa petualanganku... kemudian aku sampaikan kepada sobatku ini kalau aku belum bisa memberikan jawabannya sekarang... : " nanti ya setelah sholat jumat, kamu saya kabari Mas..." begitu jawabku di ujung pembicaraan,  karena yang pasti saya harus mengajukan ijin kepada pimpinan... hal yang belum pasti mendapat persetujuan karena mendadak...
Pada saat selesai sholat jumat... seperti biasanya aku melakukan sholat sunnah.., didalam do'a yang kulakukan... aku memohon kepada Allah agar nanti aku mendapat ijin cuti dari pimpinan beberapa hari agar bisa berangkat ke Denpasar-Bali dan memenuhi ajakan kawan-kawan kantor Cabang Denpasar-Bali melakukan ekspedisi pendakian ke G.Rinjani...
Yes...yes...yes... singkat kata aku mendapat ijin cuti selama 1 minggu..., selesai berkemas-kemas dokumen pekerjaan dikantor..., lagi-lagi aku minta ijin pulang lebih awal... karena rencananya aku akan berangkat sore hari ini ke Denpasar-Bali melalui bandara Internasional "Juanda-Surabaya" dengan pesawat penerbangan komersial. Setibanya dirumah aku langsung berkemas-kemas mempersiapkan semua perlengkapan pendakian mulai dari ransel / travel bag, sepatu tracking, sandal tracking... dan lain-lain.
Isteriku dirumah agak terkejut juga saat aku minta ijin kalau akan pergi mendaki ke Gunung Rinjani bersama-sama rekan-rekan Cabang Denpasar.., ya pasti isteriku terkejut karena rencana ini memang sangat mendadak... padahal minggu depan kami sebenarnya punya acara untuk mengkhitankan anak laki-laki kami.., tetapi isteriku sudah mengerti betul kalau masalah mendaki gunung adalah hoby beratku.., isteriku hanya berpesan agar aku berhati-hati... dan kalau bisa diusahakan aku sudah sampai dirumah pada hari jum'at minggu depan, karena rencana khitan anak laki-lakiku dilaksanakan pada hari sabtu.

Bandara Ngurah Rai - Denpasar Bali :
Menuju bandara "Juanda-Surabaya" aku naik taxi.... saat itu pembelian tiket pesawat penerbangan domestik masih sangat mudah tanpa harus menunjukkan kartu identitas.., perlengkapan pendakian seperti "Pisau Komando" dan lain-lain bisa lolos tanpa pemeriksaan yang ketat... Singkat kata aku sudah sampai di bandara "Ngurah Rai" Denpasar-Bali sekitar pukul 17.30 WIT waktu setempat... Beberapa rekan dari kantor Cabang Denpasar yang kebetulan akan ikut dalam team ekspedisi besok menjemput di bandara... Kami langsung menuju posko disalah satu rumah rekan saya yang juga akan mengikuti pendakian ke Gunung Rinjani besok.., ternyata semua persiapan sudah dilakukan, malam ini kami sedikit mengadakan bincang-bincang untuk rencana keberangkatan pendakian besok pada hari minggu...

Pelabuhan Benoa - Bali :
Minggu Pagi..., pagi ini "Team Ekspedisi Pendakian G.Rinjani" kami semua berjumlah 5 orang bersiap-siap berangkat memulai perjalanan..., kami berangkat melalui Pelabuhan Benoa-Bali.

Pelabuhan Benoa-Bali
 (Latar Belakang adalah Kapal Cepat "Mabua Express"- Jetfoil)

Dengan menumpang kapal cepat "MABUA EXPRESS" (Jetfoil) kami akan menyeberangi selat lombok menuju Pelabuhan "Lembar"- di Pulau Lombok.., seingat saya waktu itu (Th.1997) harga tiket ekonomi adalah Rp.85.000,- per orang...,  penyeberangan yang biasanya kalau menggunakan kapal ferry membutuhkan waktu +/- 4-5 jam..., naik kapal cepat Mabua hanya memerlukan waktu sekitar +/- 1,5 jam... pada saat diperjalanan para penumpang dilarang naik ke atas dek kapal, karena laju kapal jetfoil "Mabua" memang benar-benar cepat sekali... kapal jetfoil melaju seolah-olah mengambang diatas permukaan air laut Selat Lombok... dari dalam ruang penumpang kami bisa melihat keluar melalui jendela kaca kapal yang kedap air... diluar sana... dilaut lepas Selat Lombok tampak ikan Lumba-lumba berkejar-kejaran seolah-olah tidak mau kalah dengan laju kapal cepat "Mabua".

Penumpang Kapal Cepat "Mabua Express" (Jetfoil) mayoritas adalah turis asing.

Diatas anjungan Kapal Cepat "MABUA EXPRESS" (Jetfoil)
  
Setelah perjalanan laut selama +/ - 1,5 jam, jetfoil mulai melambat... daratan Pulau Lombok sudah tampak... penumpangpun diperbolehkan naik keatas anjungan kapal..., sayapun tidak mau ketinggalan naik keatas..., saat diatas anjungan kapal tidak saya sia-siakan untuk mengambil beberapa foto dokumentasi... tapi sayang beberapa orang anggota team ekspedisi ada yang tidak merasakan momen ini... karena mereka mabuk laut akibat guncangan kapal yang cukup kuat untuk mereka yang tidak biasa naik jetfoil saat diperjalanan tadi... Pulau Lombok yang masih tampak samar-samar dikejauhan terlihat mempesona... sisi pantai yang berlatar belakang pegunungan yang berjajar sepanjang pesisir sungguh membuat pemandangan yang indah..., sesekali sekelompok lumba-lumba berlompatan diatas air mengantarkan jetfoil yang kami tumpangi yang akan mendekati dan merapat di pelabuhan Lembar..., kemudian mereka bersama kelompoknya berenang  kembali kelaut lepas Selat Lombok..., terima kasih kawan lumba-lumbaku... kalian sudah menemani perjalanan kami selama penyeberangan Selat Lombok..., semoga kalian tetap berkembang biak dan bisa hidup bebas dilaut lepas.

Selamat Datang Di Pulau "Lombok" 
Pelabuhan "Lembar" - Lombok, Indonesia

 - Kapal Cepat "Mabua Express" (Jetfoil) merapat di dermaga Pelabuhan "Lembar" - Pulau Lombok..., sebelum berangkat kami sarapan pagi dulu di salah satu depot yang ada di pelabuhan. Setelah sarapan pagi, dari pelabuhan Lembar kami naik angkutan umum "Angkel" menuju Terminal Bus Sweta - Mataram - Ongkos Rp.6.000,- per orang (Th.1997),... info dari para "Backpacker" tahun kemarin (Th.2012) ongkos "Angkel" (angkutan umum)..., dari pelabuhan Lembar ke Terminal Bus Sweta Rp.20.000,- per orang, cukup mahal untuk ukuran jarak yang tidak terlalu jauh +/- 20-25 km dengan waktu tempuh sekitar +/- 35 menit. Dari Terminal Sweta saat itu kami menyewa mobil pick up langsung menuju Desa Sembalun Lawang dengan ongkos Rp.150,000,- (Th.1997)..., setelah perjalanan +/- 3,5 jam kami sampai di Desa Sembalun Lawang..., desa ini adalah desa tertinggi dikaki Gunung Rinjani... dan saat ini menjadi jalur pendakian yang populer dikalangan pendaki gunung & menjadi jalur pendakian wisata... Karena sudah waktunya makan siang, kami melakukan "ISHOMA" (Istirahat, Sholat, Makan), kami makan siang disebuah warung / depot yang berdekatan dengan pintu masuk jalan akses menuju Gunung Rinjani... salah seorang dari teman kami melaporkan diri atas rencana pendakian yang akan kami lakukan ke Pos Pelaporan Pendakian yang tidak jauh dari tempat kami beristirahat, dulu pada tahun 1997... kami hanya melaporkan diri saja tidak dikenakan retribusi & tiket masuk ... entah kalau sekarang kawan...

Jalur Pendakian "Sembalun Lawang" :
Di salah satu kedai / warung makan dekat Pos Pelaporan Pendakian Desa Sembalun Lawang, sambil beristirahat kami mempersiapkan dan memeriksa lagi semua perlengkapan perbekalan yang akan dibawa. Sebelum kita mulai pendakian  didesa terakhir... sebaiknya... periksa kembali barang-barang perbekalan kita... kalau perlu buatlah daftar bawaan anda kawan... barangkali masih ada yang perlu untuk dilengkapi, maka kita bisa membelinya didesa terakhir.., jangan pernah meremehkan sebuah pendakian kawan... sekalipun kita sudah berpengalaman, karena segala sesuatu bisa saja terjadi saat kita berada dihutan & digunung... dengan persiapan yang matang, kita akan bisa menikmati pendakian.
O iya kawan... Desa Sembalun Lawang ini terkenal sebagai sentra perkebunan / penghasilan bawang, mulai dari daun bawang, bawang merah maupun bawang putih... dimana tidak jauh dari pintu masuk jalur pendakian terdapat "Monumen Bawang" sebagai simbol dan tanda bahwa desa Sembalun Lawang adalah daerah penghasil bawang... desa ini berpenduduk asli Suku Sasak.

Jalur Pendakian G. Rinjani 
Gunung Rinjani adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif dan merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Puncak Cartenz di pegunungan Jaya Wijaya - Irian Barat (Papua) dan G.Kerinci di Sumatera Barat...  Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3726 m dpl (diatas permukaan laut),  berada diwilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang saat ini memiliki luas sekitar 41.330 ha, Gunung Rinjani  terletak diantara tiga wilayah kabupaten yaitu Kab. Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, sedang suhu udara disini sekitar antara 12"C - 20"C tidak terlalu dingin kawan. Puncak G.Rinjani menjulang tinggi dengan gagahnya berada disebelah timur, sedangkan disebelah barat ada kaldera yang didalamnya terdapat danau yang dikenal dengan nama Segara Anak dan memiliki luas sekitar 11.000.000 m3 dengan kedalaman +/- 230 m, di dalamnya banyak terdapat ikan air tawar seperti ikan mas dan ikan mujair yang biasa dipancing oleh para pendaki maupun penduduk setempat. Disisi sebelah timur Segara Anak ini ada anak Gunung Rinjani yang biasa disebut dengan nama G.Barujari (Baru jadi), gunung ini memiliki kawah yang masih aktif dan terbentuk pada thn.1944 saat pertama kali meletus, yang kemudian disusul dengan letusan berikutnya yaitu pada thn.1966, 1994, 2004 dan letusan terakhir terjadi pada thn.2009 yang menelan korban sebanyak 31 orang meninggal dunia (Sumber Wikipedia). Disisi selatan puncak juga terdapat kawah yang masih aktif.
Sebelum mulai melakukan perjalanan pendakian kami membuat lingkaran kecil & berdoa bersama untuk keselamatan kami selama melakukan pendakian ke Puncak G.Rinjani..., perjalanan dimulai dengan meliwati jalan perkebuan milik penduduk dikanan-kiri... jalanan cukup datar kawan sampai memasuki padang rumput yang luas... disini jalur setapak dipadang rumput... jalanan mulai naik-turun... dipadang rumput savana ini banyak terlihat hewan sapi ternak yang sedang merumput,  hewan peliharaan sapi milik warga desa ini dilepas tanpa ada yang menggembala.., sehingga tampak seperti sapi liar yang hidup secara berkelompok, tetapi semua sapi itu mempunyai tanda dan ciri-ciri yang menunjukkan siapa sebenarnya pemilik sapi ternak peliharaan yang dilepas liar itu, sehingga sapi-sapi tersebut tidak akan tertukar dengan sapi milik orang lain (sayang saya tidak punya foto dokumentasinya).


Aku Foto di Padang Rumput-Savana 
dengan latar belakang Puncak G.Rinjani

Mas Nyoman Foto di Padang Rumput-Savana 
dengan latar belakang Puncak G.Rinjani

O iya kawan.., karena jalur pendakian melalui Sembalun Lawang ini akan melalui padang rumput savana yang cukup panjang dan luas, serta tidak ada tempat untuk berteduh dari sengatan sinar matahari... maka disarankan sebelum memulai perjalanan... apalagi kalau pendakian dilakukan pada siang hari, maka sebaiknya gunakan "Sunblock" untuk menjaga kelembaban kulit kita kawan... kalau bisa pakailah selalu kaos     T-shirt berlengan panjang tapi jangan yang terlalu tebal, serta jangan lupa memakai topi agar wajah kita tidak terkena sengatan sinar matahari secara langsung... Perjalanan pendakian kita kali ini akan melewati sebanyak 4 buah pos peristirahatan..., Pos 1 yang biasa disebut dengan Pos Pemantauan  berada ditengah padang savana , untuk mencapai pos 1 ini biasanya membutuhkan waktu tempuh sekitar +/- 1,5 - 2 jam perjalanan... Kemudian perjalanan ini akan kita lanjutkan menuju Pos 2 (Pos Tengengean), dalam perjalanan ini kita masih akan melewati padang savana... waktu tempuh sekitar +/- 1 - 1,5 jam jalan kaki... lumayan panas sengatan terik matahari kawan.... karena sepanjang jalur pendakian di padang savana memang tidak ada pohon besar yang bisa dipakai untuk berteduh... saat itu kami sampai di Pos Tengengean sudah menjelang sore, sehingga cuaca sudah tidak terlalu panas... hmmm lumayan... sampai-sampai beberapa orang teman melepas kaos mereka, karena basah oleh keringat saat perjalanan tadi...

Istirahat - Pos 2 - "Tengengean"

Untuk mengejar waktu... karena hari sudah siang menjelang sore, sebaiknya perjalanan kita lanjutkan menuju ke Pos 3 kawan... jarak dan waktu tempuh menuju ke Pos 3 (Pos - Pada Balong) sekitar +/- 1-1,5 jam... perjalanan jalur setapak sudah mulai agak lebih menanjak... menyeberangi sungai kering bekas jalan lahar dingin... sepanjang route juga sudah mulai banyak pohon..., sehingga sengatan sinar matahari sudah tidak terlalu panas... tapi santai saja kawan... karena di Pos 3 nanti kita akan bermalam... di Pos 3 ini ada sumber air dan ada shelter untuk istirahat dan bermalam para pendaki... lumayan kawan... Pos ini terbuat dari kayu yang cukup kuat, berlantai kayu setengah meter diatas tanah dan beratap seng (mudah-mudahan shelter pendaki ini masih ada).., shelter pendaki ini bisa dipakai untuk tidur sekitar 5-6 orang....

Pos 3 - "Pada Balong" 
- Kita Bermalam disini kawan -
- Ada sumber air -
Malam ini kita menginap di Pos 3 (Padabalong)..., setelah makan malam kita bisa sedikit santai sambil bermain kartu atau bersenda-gurau bersama kawan... suhu udara disini tidak terlalu dingin sehingga meskipun tidak menyalakan api unggun hawa dingin disini tidak terlalu menusuk tulang... seperti anda lihat foto diatas... kami sedang santai bermain "kartu domino" (bersama Mas Deru & Mas Jhon - kawan yang lain sudah berada dialam mimpi... he..he..he...), kami hanya menggunakan jaket saja tanpa membuat api unggun... ditemani kopi dan cokelat susu panas serta kacang goreng... terasa nikmat kawan... apa lagi dengan sebatang rokok kretek... wah... rasa lelah & pegal yang kita rasakan selama perjalanan tadi siang menjadi hilang... tapi sebaiknya jangan tidur terlalu malam kawan... istirahatlah yang cukup, karena besok kita akan menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai Plawangan Sembalun... mari kita tidur karena hari sudah malam kawan... selamat beristirahat semoga mimpi indah... 

Pos 3 - Pada Balong - Pagi Hari
Semangaaaaat.... perjalanan masih panjang kawan...!?

Selamat Pagi Kawan... setelah beristirahat semalam di Pos 3 ini, badan akan terasa segar kembali dan stamina kita sudah pulih... sebentar lagi kita akan mulai perjalanan yang cukup melelahkan dan menjengkelkan kawan... bersiap-siaplah... kita akan berjalan menuju Plawangan Sembalun... siapkan mental anda kawan... kita akan menapaki jalan setapak yang sangat panjang dan membosankan... nanti kita akan bertemu dengan persimpangan jalan...   jalur yang kekanan ini biasa disebut dengan "Jalur Bukit Penyesalan"... dan jalur pendakian yang kekiri adalah "Jalur Penderitaan"... dua jalur ini sama-sama membosankan dan membuat mental kita down... karena jalur setapak ini naik & menanjak terus... tidak ada jalur yang datar ... ada sekitar 9 bukit dan punggungan gunung yang harus kita lewati... dua jalur ini nantinya akan bertemu lagi diatas... terserah anda mau memilih jalur yang mana... pada saat berjalan sebaiknya kita jangan melihat ke ujung bukit didepan sana... karena ini akan menambah jatuhnya mental kita... ingat kawan... mendaki itu bukan untuk menaklukkan gunung... mendaki gunung itu sebenarnya adalah untuk melatih diri kita menjadi sabar, kuat mental dan terutama adalah mengasah & melatih ego kita....  santai saja kawan... karena menurut saya 2 jalur itu dua-duanya sama-sama jalur menuju Plawangan Sembalun.... Waktu tempuh normal yang dibutuhkan menuju Plawangan Sembalun adalah sekitar 3,5 - 4,5 jam jalan kaki... dengan rasa bosan & jengkel... hehehe... sabar & santai saja kawan... pelan asal sampai...   

Plawangan Sembalun :
Plawangan Sembalun berada di persimpangan jalan... disini merupakan basecamp para pendaki yang akan menuju ke puncak G.Rinjani..., bila mengikuti jalur lurus dan terus naik keatas, maka kita akan menuju ke punggungan kaldera segara anak, kemudian kalau belok ke kiri adalah jalur menuju puncak..., sedangkan kalau dipersimpangan jalan di Plawangan Sembalun ini kita ambil jalur kekanan dan menurun, jalur tersebut akan menuju ke Segara Anak.
Malam ini..., kita akan menginap di Plawangan Sembalun kawan..., area datar disini cukup luas sehingga umumnya para pendaki membuka camp disini.., ada sumber air yang airnya bisa dipergunakan untuk memasak, minum & mandi... lokasi sumber air ini berada disebelah kiri... agak turun dan sedikit  tersembunyi disela-sela jurang kecil kawan... Sayangnya disekitar sumber air ini agak kotor, karena banyak sampah yang dibuang sembarangan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab... MAAF - HARAP JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN...! 

Pemandangan disini cukup indah kawan... disebelah barat, kita akan melihat punggungan bukit dan... kalau sempat... kita bisa melihat matahari terbenam (sunset)... wow... sungguh indah kawan dari negeri diatas awan ini kita bisa melihat detik-detik terbenamnya matahari nun jauh disana dibalik garis cakrawala....


Camp Ground - Plawangan Sembalun


Jangan heran kawan..., di Plawangan Sembalun ini... kita harus sedikit lebih berhati-hati dengan barang bawaan kita... terutama logistik berupa makanan & minuman... karena didaerah ini hidup juga kera / monyet gunung yang nakal & jahil... Jumlah monyet gunung ini cukup banyak dan monyet-monyet ini tidak takut dengan keberadaan manusia... mungkin mereka sudah terbiasa dengan kedatangan para pendaki... disamping itu... penduduk lokalpun sering naik kepuncak dan Segara Anak... pada waktu-waktu tertentu penduduk lokal disini melakukan ritual keagamaan.., sehingga monyet-monyet gunung ini sudah terbiasa dengan keberadan manusia disekitarnya. 
Kalau kita tidak berhati-hati dan sedikit lengah... maka monyet-monyet gunung rinjani itu akan mencuri perbekalan makanan kita... terkadang mereka dengan beraninya menghampiri tenda para pendaki dan mencoba untuk mencari dan mencuri perbekalan makanan yang kita bawa... Bila anda tidak memakai jasa porter... sebaiknya barang-barang bawaan anda berupa ransel / carrier dan lain-lainya, dikumpulkan & diikat menjadi satu kemudian masukkan kedalam tenda..., atau kalau bisa di ikat ke pohon agar tidak dibawa kabur oleh para monyet....
Monyet Gunung
- Di sekitar Plawangan Sembalun G.Rinjani



"Bivak" Di Plawangan Sembalun.
Waktu itu kami tidak membawa tenda..., sehingga kami hanya bisa membuat Bivak dari beberapa jas hujan yang dirangkai menjadi satu... dan... jadilah bivak yang satu sisinya terbuka... seperti yang tampak pada foto dibawah ini... wah... dasar pendaki tidak bermodal... he...he..he... lumayanlah meskipun hanya bisa untuk tidur saja sudah cukup bagi kami... tapi hal ini jangan dicontoh kawan... kami berani tidak membawa tenda karena yakin bahwa tidak akan turun hujan... karena pendakian waktu itu kami lakukan pada medio bulan Juni tahun 1997... dimana saat itu adalah saat musim kemarau... he...he...he... *bela diri.com*... 

Bivak - Di Plawangan Sembalun

Porter Yang Ramah & Pandai Memasak.
Malam ini porter kami memasak / membuat menu makan malam "Spaghetti"... nikmat kawan... dimakan dengan saos sambal botol pedas... hmmm... dinginnya suhu udara di Plawangan Sembalun ini jadi terasa hangat... karena kepedasan saos sambal... hehehe...  O iya kawan, saya lupa menceritakan kalau kemarin kami mengajak seorang porter... anda bisa mencari jasa porter ini di desa Sembalun Lawang... tugas mereka selain membantu mengangkat barang logistik, mereka juga pandai memasak & ramah kepada para wisatawan / pendaki yang memakai jasa mereka..., biaya jasa porter bisa dinegosiasikan kawan...
Porter ini nanti akan tetap tinggal di Plawangan Sembalun saat kita melakukan summit attack... tugas mereka adalah menjaga barang-barang bawaan kita dari kenakalan para monyet gunung rinjani... sekaligus mempersiapkan makan pagi kita saat kita turun dari puncak..., bila kita lelah bisa juga meminta tolong porter tersebut untuk memijat badan kita yang letih... untuk hal yang terakhir kita harus tau diri dengan memberi tip uang kepada mereka...he..he..he...

Wisatawan dari Swedia
Pada waktu itu..., kami bertemu dengan 2 orang wisatawan / pendaki dari Swedia... Gunung Rinjani ini memang cukup dikenal di manca negara, ini dikarenakan alam dan pemandangan yang begitu indah... trecking yang menantang... danau segara anak yang eksotik & mempesona serta penduduk asli Suku Sasak yang ramah..., membuat wisatawan yang pernah datang kesini... suatu saat ingin kembali datang lagi... Saat ini di Sembalun Lawang sudah ada hotel & penginapan dan persewaan alat pendakian seperti : tenda, sleeping dan lain-lain.





Santai bersama 2 orang wisatawan dari Swedia 
Di Plawangan Sembalun




Summit Attack : 
Setelah cukup tidur & istirahat di Plawangan Sembalun ini..., sebelum melakukan Summit Attack sebaiknya makan dulu kawan, ...cukup roti 1-2 potong diolesi dengan mertega + keju + selai ditambah segelas kopi susu panas dan 1-2 sendok makan madu, ini untuk menambah tenaga & stamina kita... Untuk ke puncak, bawa perbekalan seperlunya saja..., yang jelas jangan lupa masing-masing orang harus membawa bekal air minum, permen, makanan ringan / roti, head lamp / senter, tongkat penyangga tubuh & obat-obatan pribadi....  Kini saatnya kita akan memulai Summit Attack... sekitar pukul 02.00 pagi kawan... agar nanti kita bisa melihat dan menikmati "Matahari Terbit" & tentunya agar tidak kesiangan sampai di puncak... sebelumnya mari kita membuat lingkaran kecil dan berdo'a untuk keselamatan kita selama melakukan Summit Attack..., karena tiada daya upaya selain memohon kepada Allah Swt.., Sang Pencipta Alam Semesta beserta isinya... Amin 3x...
Pagi dini hari seperti ini suhu udara cukup dingin kawan... Kita akan mengambil jalur lurus keatas menuju punggungan kaldera Segara Anak... jalur setapak agak berdebu sebaiknya pergunakan masker penutup hidung & jangan lupa bawa kaca-mata hitam kawan... saat dipunggungan kaldera Segara Anak angin mulai berhembus cukup kencang... kita ambil jalur ke kiri menuju puncak...jalan setapak masih datar sampai dikaki puncak... setelah sampai diujung bibir kaldera jalan setapak mulai naik... dan jalur setapak terdiri dari pasir,  batu kerikil kecil & kerikil besar... sepatu mountain tracking akan lebih nyaman dipakai dari pada sandal gunung atau yang lainnya... dijalur ini... tiga langkah kedepan / keatas kita akan melorot / merosot lagi 2 langkah kebawah... tentunya ini sangat menguras tenaga & stamina kita... jaga mental kawan jangan sampai putus asa... didepan sana... .dipuncak nanti ada yang jual bakso & es campur... hehehe... gurauan / lelucon seperti ini yang dilakukan oleh kawan-kawan team agar kami semua tetap bersemangat... semangaaaaaat...   
Jalur Naik & Turun ke Puncak G.Rinjani

 Pulau Lombok - Indonesia
Hari menjelang pagi... samar-samar di ufuk timur matahari mulai muncul... indah sekali kawan..., momen detik-detik matahari terbit menambah keimanan kita kepada Sang Maha Pencipta..., bebera saat sebelum matahari terbit saya & beberapa orang dari team kami melakukan sholat Subuh diatas bebatuan dan kerikil... posisi kami masih 3/4 bagian sebelum mencapai puncak... angin bertiup sangat kencang & suhu udara sangat dingin sekali..., matahari sudah menampakkan diri... sinar matahari sudah memancar dengan terangnya...





Danau "Segara Anak" & "Gunung Barujari"
Dibawah sana... disebelah kanan jalur pendakian naik... mulai tampak danau Segara Anak yang begitu indah & pemandangan alam sekitar yang sungguh  mempesona... dengan anak gunung Rinjani... "Gunung Barujari" yang tampak kepundannya... pemandangan dari sini indah sekali... sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata..., sebaiknya... anda datang langsung saja kesini kawan... bukan saya promosi... tapi benar-benar eksotik pemandangan disini...


Danau "Segara Anak" - Gunung Rinjani - Lombok.
Dari sudut lain saya mengambil foto anak gunung Rinjani - "Gunung Barujari"- tampak indah sekali....



Anak Gunung Rinjani 
"Gunung Barujari" - Lombok, Indonesia




Anak Gunung Rinjani
"Gunung Barujari" - Lombok, Indonesia
Dilihat dari sudut lain, dipinggir tebing hampir mendekati puncak Gunung Rinjani




Puncak Gunung Rinjani :
Ketika saya sedang asyik-asyiknya mengambil foto dokumentasi... tiba-tiba ada teriakan dari seorang rekan team yang berjalan paling depan... puncak...puncak... ayoooo... sedikit lagi sudah sampai puncak... anggota team yang lain semakin bertambah semangat..., saya memang jalan paling akhir kawan... karena saya menjadi team penyemangat rekan-rekan yang ada didepan saya.., menjadi team penyapu ranjau istilahnya demikian kawan-kawan menyebutnya..., kadang-kadang mental kita cukup diuji juga bila menjadi team penyapu ranjau... karena harus bersabar, bertoleransi... dan harus selalu tetap semangat... 
Akhirnya..., seluruh anggota team ekspedisi pendakian Gunung Rinjani mencapai puncak dengan selamat... saya bersujud syukur atas segala yang dilimpahkan-Nya... sungguh indah kawan... amazing... wonderful... dari puncak Gunung Rinjani ini ke arah timur... samar-samar kita bisa melihat Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, sementara di sebelah Barat tampak pulau Bali dengan Gunung Agung-nya... di sebelah Utara adalah Laut Lombok dan sebelah Selatan adalah Laut Lepas Samudera Indonesia...
Puncak tertinggi Gunung Rinjani hanya mempunyai dataran tanah berbatu & kerikil yang sangat sempit... luasnya hanya sekitar +/- 4 x 6 m2... hembusan angin di puncak seringkali sangat kencang kawan... sampai-sampai kami tidak berani untuk berdiri...  Setelah semua anggota team kami sampai di puncak G.Rinjani... kami mengambil beberapa foto untuk dokumentasi... moment ini tidak akan pernah terlupakan.

Puncak G.Rinjani - Pulau Lombok - Indonesia

Puncak Tertinggi - Gunung Rinjani
Pulau Lombok - Indonesia
Tampak di foto (berdiri) Ki-ka : Joes, Mas Nyoman, Mas Guntur
(Jongkok) - Mas Deru... sayangnya Mas John tidak tampak (Yang ambil foto)

Mas Guntur di Puncak G.Rinjani


Saat sampai di puncak saya bersama Mas Nyoman menikmati minuman air jeruk yang ada didalam Veples dan makan roti... hmmm nikmaaaat kawan.... mau... tampak di latar belakang... Mas Guntur sedang menikmati pemandangan alam sekitar...






Ini dia tampang saya... sambil istirahat melepaskan lelah saya menikmati pemandangan sekeliling dari Puncak Gunung Rinjani...
  










Kami berada di puncak cukup lama kawan +/- sekitar 1 jam... kami benar-benar ingin menikmati pemandangan disekitar Puncak Gunung Rinjani... pemandangannya sangat indah..., setelah puas berada dipuncak akhirnya kami bersiap-siap untuk turun kembali ke Pelawangan Sembalun... dalam perjalanan turun saya sempat mengambil beberapa foto dokumentasi... salah satu diantaranya adalah kawah Gunung Rinjani yang posisinya ada disebelah selatan puncak...     


Perjalanan Turun :
Perjalanan turun dari puncak sungguh menyenangkan..., meskipun kami harus melalui jalan yang berdebu,  berkerikil dan berbatu... yang menyebabkan kami harus jatuh bangun karena beberapa kali tergelincir oleh batu kerikil yang memang sangat labil bila dilalui saat turun... kami tetap merasa bergembira... ditambah pemandangan yang ada dibawah sana yang sangat indah dan mempesona... membuat kami tidak merasa sakit saat jatuh tergelincir berkali-kali... 

    Jalur Turun Dari Puncak G.Rinjani
Berdebu, Berkerikil & Berbatu

Tidak terasa... perjalanan turun dari puncak menuju kembali ke Plawangan Sembalun yang ditempuh hanya dalam waktu +/- 45 menit... kami lalui dengan gembira... Saat tiba di Plawangan Sembalun, kami disambut dengan sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh kawan porter kita yang ramah & baik hati itu... yang memang sejak tadi malam menunggu tenda di Plawangan Sembalun... Menu sarapan pagi... sepiring nasi goreng corned ditambah dadar telor... dan mie rebus yang masih hangat... membuat perut ini terasa dimanjakan... selesai sarapan pagi... kami istirahat melepaskan lelah... ditemani secangkir kopi susu panas dan sebatang rokok kretek... wah... luar biasa nikmatnya kawan... lengkap sudah...
Setelah cukup beristirahat..., kami berkemas-kemas untuk turun kembali ke Sembalun Lawang..., sampai di Desa Sembalun Lawang sudah menjelang sore hari... kami sampai dibawah dengan selamat... setelah melaporkan kedatangan kami dari puncak ke pos pelaporan pendakian..., kami menumpang truck menuju kota Mataram... dan menginap di Lembuak-Narmada, Lombok.
Selamat tinggal Rinjani..., suatu saat nanti kalau ada kesempatan lagi dan diberi umur panjang... kami masih ingin kembali lagi... menapaki jalan setapakmu dan melihat keindahan panorama alam G.Rinjani yang tak terlupakan... Salam Rimba KAWAN... Salam Lestari...!

===== $$$ =====

NB : - Buat Mas Guntur, Mas Nyoman, Mas Deru & Mas John... kalian semua adalah kawan-kawan yang baik.., penuh semangat, penuh toleransi, selalu saling menghormati dan menghargai antara sesama anggota team ekspedisi yang satu dengan lainnya... kebersamaan yang sangat akrab... Sampai sekarangpun hal tersebut tidak pernah terlupakan oleh saya... semoga begitu juga dengan kalian... mohon maaf sobat... bila ada alur cerita yang terlewati, tidak tercantumnya foto-foto dokumentasi dengan lengkap... serta ada hal-hal yang kurang berkenan... itu semata-mata ketidak sengajaan saja & keterbatasan dokumentasi foto yang saya punyai.... Sukses selalu buat kalian semua... kapan kita mau napak tilas... terima kasih kawan...!   

- Buat sahabat pembaca... terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca sedikit cerita pengalaman kami... mohon maaf bila ada kata-kata & perihal yang kurang berkenan dihati... niat kami hanya sekedar ingin berbagi cerita... Bila anda berkenan... tulislah sedikit di kotak komentar dibawah ini... 
Sampai jumpa di cerita yang lain... Salam Rimba...& Salam Lestari...!       

3 komentar:

J.Hermawan mengatakan...

Salam Lestari buat semua sobat-sobat Pecinta Alam & Pendaki Gunung dimanapun Anda berada...

Anonim mengatakan...

Kereeen, Memang Tidak ada habisnya kalau sudah bahas Gunung Rinjani,! Gunung Rinjani memang bukan satu-satunya, tapi dia tiada duanya ! :-)

Dal Adventure mengatakan...

Seddap perjalanannya Mas, semoga menginspirasi setiap orang yg membaca utk berangkat ke puncak Rinjani :)
www.indonesia360derajat.wordpress.com